Sunday, September 29, 2019

Moment Yang Tepat Untuk Kebangkitan Manchester United


Berita Pertandingan - Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, memberikan komentar soal laga melawan Arsenal di matchday ketujuh Liga Inggris musim 2019-2020. Solskjaer menyebut bahwa bentrok lawan Arsenal bisa jadi momen yang tepat untuk kebangkitan tim asuhannya tersebut.

Sebagaimana diketahui, Man United memang bakal menjalani big match dengan melawan Arsenal atau tepatnya pada Selasa 1 Oktober 2019, dini hari. Pertandingan ini bakal berlangsung di markas mereka sendiri, yakni Old Trafford Stadium.

Pertandingan antara Man United kontra Arsenal sendiri diprediksi bakal berjalan sengit. Ya, lantaran kedua klub memang sama-sama mengincar kemenangan guna memperbaiki posisi mereka di tabel klasemen sementara Liga Inggris 2019-2020.


Akan tetapi sejauh ini, Arsenal memang sedikit lebih diunggulkan untuk bisa meraih hasil positif ketimbang Man United yang notabene bermain di depan pendukungnya sendiri. Terlebih dengan fakta Man United kesulitan menampilkan performa terbaik mereka di dua laga terakhir.

Ya, Man United harus menyerah 0-2 dari West Ham United di pekan keenam Liga Inggris 2019-2020. Sementara pada tengah pekan kemarin, Setan Merah –julukan Man United– kesulitan meraih kemenangan melawan tim kasta ketiga Liga Inggris, Rochdale AFC, di Piala Liga Inggris 2019-2020.

Meski begitu tidak lantas membuat Solskjaer merasa pesimis soal peluang Man United meraih hasil maksimal di laga kontra Arsenal. Bahkan, Solskjaer percaya bahwa laga melawan Arsenal bakal jadi momen kebangkitan Man United di musim ini.

“Pertandingan berikutnya, jika Anda menang, akan jadi pertandingan sempurna, siapa pun lawan yang Anda hadapi. Laga melawan Arsenal selalu hebat, baik bagi penonton maupun bagi kami. Kami memiliki rekor bagus saat menjamu mereka,” ucap Solskjaer, Minggu (29/9/2019).

“Bagi kami, ini merupakan tentang fokus kepada diri sendiri, menunjukkan kekuatan kami, dan melihat apakah kami bisa menyelesaikan masalah yang mereka bawa pada pertandingan nanti,” lanjut juru taktik asal Norwegia tersebut.

“Saya kira ini akan menjadi pertandingan terbuka, dua tim yang ingin menyerang, dan pertandingan berikutnya selalu menjadi wadah sempurna untuk membuktikan diri Anda. Setiap pertandingan di Old Trafford adalah laga yang ingin Anda menangkan dan harus Anda menangkan,” tuntasnya.

Persija Resmi Mempunyai Pelatih Baru Yakni Edson Araujo Tavares


Berita Duniabetting - Teka-teki mengenai siapa sosok yang bakal menjadi pelatih anyar Persija Jakarta akhirnya terjawab. Ya, manajemen skuad Macan Kemayoran –julukan Persija– akhirnya resmi menunjuk Edson Tavarez sebagai pelatih anyar mereka.

Sebagaimana diketahui sejak memecat Julio Banuelos dari kursi kepelatihan, Persija memang dipimpin oleh Sudirman sebagai caretaker. Bersama Sudirman, penampilan Persija tak kunjung membaik. Mereka melalui dua laga dengan sekali menang dan sekali kalah.

Situasi tersebut pun membuat manajemen Persija mengebut negosiasinya dengan Tavarez untuk menjadi juru taktik anyar mereka. Beberapa saat lalu melalui Twitter resminya, Persija pun akhirnya mengumumkan Tavarez sebagai pelatih baru.

Resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Persija, membuat Tavarez pun lantas memberikan komentarnya. Juru taktik berkebangsaan Brasil tersebut mengaku sangat senang mendapatkan kepercayaan untuk memimpin Bambang Pamungkas dan kawan-kawan.

Tavarez berharap bisa memberikan seluruh kemampuan melatihnya untuk membantu Persija keluar dari masa-masa sulit mereka di Liga 1 musim 2019. Ya, Persija saat ini memang masih terpaku di posisi ke-14 dengan raihan 20 poin dari 19 pertandingan.


“Saya sangat senang bergabung dengan Persija. Saya berharap dapat membawa Persija keluar dari situasi sulit ini. Saya ingin meraih banyak kemenangan di sini,” ucap Tavarez, seperti dikutip dari laman resmi Persija.

Sebelum melatih Persija, Tavarez sendiri memang sudah kenyang akan pengalaman berkarier di sepakbola Asia. Tavarez pernah menjabat sebagai juru taktik tim nasional (Timnas) Vietnam pada 1995 dan 2004. Ia juga pernah diberikan kepercayaan melatih Timnas Haiti sebelum gabung dengan salah satu klub Liga Jepang, yakni Yokohama FC, dalam dua tahun terakhir.

Saturday, September 28, 2019

El Derby Madrileno Berakhir Imbang Tanpa Gol


Hasil Pertandingan - Real Madrid gagal mencuri poin penuh saat bertandang ke markas rival sekotanya, yakni Atletico Madrid, di laga pekan ketujuh Liga Spanyol 2019-2020 pada Minggu (29/9/2019) dini hari WIB. Meski sudah memainkan pemain-pemain terbaiknya, tim asuhan Zinedine Zidane itu tetap kesulitan untuk meraih kemenangan dan harus rela mengakhiri laga kontra Atletico itu dengan skor 0-0.

Kendati gagal membawa pulang tiga poin, namun satu poin dari laga tersebut tetap membuat Madrid berhasil mengamankan posisi mereka di puncak klasemen sementara Liga Spanyol 2019-2020. Madrid berada di puncak dengan perolehan 15 poin dan masih menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan di kompetisi tersebut.

Jalannya Pertandingan

Kedua tim bermain dengan disiplin sejak sepak mula. Selama 45 menit pertama misalnya, Madrid harus puas dengan hanya empat peluang, semuanya dari tembakan jarak jauh.

Dua yang paling berbahaya datang dari Toni Kroos di menit ke-37 dan 40. Namun kiper Atletico Jan Oblak berhasil mementahkan keduanya.

Sedangkan kubu tuan rumah tak lebih baik. Mengandalkan duet Joao Felix dan Diego Costa di lini depan, Atletico lebih banyak melakukan percobaan lewat tusukan dari kedua sisi sayap untuk menembus pertahanan Madrid yang dikomando Sergio Ramos.

Namun percobaan ini seringkali gagal di tengah jalan ketimbang berhasil. Alhasil skuat asuhan Diego Simeone tersebut hanya membuat dua tembakan dari dalam kotak penalti, yakni melalui Joao felix di menit ke-8 dan lewat Vitolo pada menit ke-24.

Akan tetapi, semua itu percuma saja lantaran Madrid pun tetap tak bisa menjadikan kesempatan itu menjadi gol. Buruknya penyelesaian akhir diduga menjadi alasan mengapa Madrid dan juga Atletico kesulitan mencetak gol pada pertandingan pekan ketujuh Liga Spanyol 2019-2020 itu.

Untuk di babak pertama sendiri, Madrid adalah tim yang lebih banyak menguasai perolehan bola. Dengan menggunakan formasi 4-3-3, Madrid yang memiliki Toni Kroos, Casemiro, dan Federico Valverde, pada lini tengahnya mampu menguasai jalannya pertandingan tersebut, khususnya hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua. Atletico mengambil inisiatif serangan. Pada menit ke-49 pemain pengganti Angel Correa memiliki kesempatan mencetak gol, hanya saja sundulannya masih melambung jauh dari sasaran.


Sementara itu, Madrid mulai bisa menembus kotak penalti Atletico. Mereka memiliki dua peluang lewat Gareth Bale di menit ke-55 dan 57, namun keduanya melebar.

Permainan lebih banyak berpusat di lini tengah pertandingan. Meski Madrid dan Atletico saling menjual-beli serangan, namun tidak ada satu pun peluang yang benar-benar mampu untuk membuat kiper masing-masing tim merasa bahaya,

Pergantian pemain pun dilakukan oleh Madrid dan Atletico. Seperti di babak kedua tersebut Madrid memasukkan Luka Modric, James Rodriguez, dan Luka Jovic. Ketiga nama itu menggantikan Federico Valverde, Eden Hazard, dan juga Karim Benzema.

Lalu untuk Atletico, tim asuhan Simeone itu menurunkan nafas baru seperti Angel Correa, Thomas Lemar, dan Marcos Llorente. Semua itu dilakukan semata-mata agar lini penyerangan mereka semakin tajam,


Akan tetapi, pada kenyataannya pergantian pemain yang dilakukan kedua tim tidak terlalu mempengaruhi jalannya pertandingan. Sebab hingga wasit meniupkan peluit panjang, masih tak ada gol yang tercipta di pertandingan tersebut.

Susunan Pemain:

Atletico Madrid: Jan Oblak; Kieran Tripper, Stefan Savic, Jose Gimenez, Renan Lodi (Thomas Lemar 61'); Koke, Thomas Partey, Saul Niguez, Vitolo (Angel Correa 46'); Joao Felix (Marcos Llorente 70'), Diego Costa.

Real Madrid: Thibaut Courtois; Dani Carvajal, Sergio Ramos, Raphael Varane, Nacho; Casemiro, Federico Valverde (Luka Modric 68'), Toni Kroos; Gareth Bale, Karim Benzema (Luka Jovic 88'), Eden Hazard (James Rodriguez 77').

Friday, September 27, 2019

Simeone Percaya Bakal Sulit Mengalahkan Los Blancos


Berita Duniabetting - Pertandingan El Derbi Madrileno alias Atletico Madrid melawan Real Madrid bakal tersaji di pekan ketujuh Liga Spanyol 2019-2020 pada akhir minggu ini. Tepatnya pertandingan rival satu kota itu bakal terjadi di Stadion Wanda Metropolitano pada Minggu 29 September 2019 dini hari WIB.

Atletico yang saat ini berada di bawah Madrid pada klasemen sementara Liga Spanyol 2019-2020 itu jelas akan mengincar tiga poin di pertandingan nanti. Apalagi pada laga tersebut Atletico bakal berperan menjadi tim tuan rumah, tentu kemenangan adalah sebuah harga mati untuk tim asuhan Diego Simeone itu.

Simeone pun juga sudah mengatakan Atletico bakal bermain total di pertandingan melawan Madrid nanti. Selain karena memang mengincar tiga poin, Simeone percaya bakal sulit mengalahkan Los Blancos –julukan Madrid– jika tidak bermain secara maksimal.

Sebab Simeone merasa Madrid yang sekarang sudah semakin kuat jika dibandingkan dengan awal musim 2019-2020. Pelatih asal Argentina itu melihat tim asuhan Zinedine Zidane tersebut mulai berkembang semenjak dua laga terakhir mereka, yakni ketika Madrid menang 1-0 atas Sevilla dan menang 2-0 saat bersua Osasuna.


“Real Madrid telah banyak berkembang usai laga Sevilla dan saat melawan Osasuna. Mereka mampu mempertahankan level permainan mereka sekali pun melakukan pergantian (formasi atau pemain). Saya membayangkan hal tersebut bakal kembali terjadi di pertandingan nanti (saat melawan Atletico),” tutur Simeone, dikutip dari Football Espana, Sabtu (28/9/2019).

Hal di atas itulah yang menjadikan Simeone enggan meremehkan Madrid di pertandingan nanti. Ia pun percaya jika Madrid mampu mempertahankan permainanya seperti itu hingga akhir musim, maka Sergio Ramos dan kawan-kawan bakal merepotkan Atletico.

“Menurut saya Madrid memliki beberapa pemain yang hebat dan jika mereka mampu memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, maka mereka bakal menjadi lawan yang sulit. Madrid telah banyak berkembang. Mereka memiliki pemain dan pelatih yang hebat dan kami harus tampil sangat baik untuk membuat laga nanti menjadi sulit untuk mereka,” tutupnya.

Thursday, September 26, 2019

Pihak Klub Barcelona Menyatakan Bahwa Messi Cedera Adduktor


Berita Duniabetting - Kapten Barcelona, Lionel Messi, kini telah dikonfirmasi oleh pihak klub bahwa mengalami cedera lagi. Kali ini, pemain berjuluk La Pulga itu mengalami cedera pada adduktor kirinya dan akan menepi untuk beberapa waktu ke depan.

Cedera tersebut didapat Messi kala sang megabintang bertanding melawan Villarreal dalam lanjutan jornada keenam Liga Spanyol 2019-2020. Dalam laga itu, Messi sebenarnya tampil sebagai starter untuk pertama kalinya musim ini.

Sebagaimana diketahui, sebelum ini Messi menderita cedera betis ketika pramusim. Butuh waktu hingga dua bulan bagi Messi untuk sembuh dari cedera tersebut dan tampil kembali sebagai starter. Sayangnya, di laga melawan Villarreal, Messi malah mendapat cedera baru.

Dalam pertandingan tersebut, Messi sebenarnya tampil gemilang dengan memberi assist untuk Antoine Griezmann pada menit keenam. Akan tetapi, di pengujung babak pertama La Pulga mulai merasakan sakit, dan pada babak kedua ia pun digantikan Ousmane Dembele. Kemenangan 2-1 Barca atas Villarreal harus dibayar mahal.

“Pemain tim utama, Leo Messi, mengalami cedera pada adduktor kirinya. Dia akan keluar dan pemulihannya akan menentukan kapan dia bisa kembali lagi. Superstar Argentina, yang memenangkan penghargaan FIFA 'The Best' pada hari Senin, bermain selama 45 menit pertama saat menang 2-1 atas Villarreal,” tulis laman resmi Barcelona, Kamis (26/9/2019).


“Itu adalah penampilan pertamanya sebagai starter setelah cedera di pramusim. Meski hanya bermain di babak pertama, Messi luar biasa, membantu Antoine Griezmann pada gol pertama Barca, yang Messi lakukan dengan tendangan sudut," lanjut mereka.

Berikut 5 Fakta Menarik Dari Laga Real Madrid Kontra Osasuna


Berita Duniabetting - Real Madrid menjungkalkan Osasuna dengan skor meyakinkan 2-0 dalam laga lanjutan Liga Spanyol 2019-2020 di Santiago Bernabeu, Kamis (26/9/2019), dini hari WIB. Dua gol kemenangan Los Blancos –julukan Madrid– dibuat oleh Vinicius Jr (36’) dan Rodrygo Goes (72’).

Madrid memulai pertandingan dengan cukup baik karena mampu menguasai jalannya permainan sejak babak pertama. Beragam peluang berbahaya pun diproduksi oleh tim asuhan Zinedine Zidane tersebut di depan gawang tim tamu. Dua peluang yang berbuah gol membawa Madrid untuk menduduki posisi pertama pada klasemen sementara. Berikut lima fakta menarik dari laga Madrid kontra Osasuna, seperti yang dikutip dari Duniabetting, Kamis (26/9/2019).

5. Madrid Lakukan Banyak Perubahan pada Susunan Pemain


Madrid memulai laga kontra Osasuna dengan susunan pemain berbeda dari pertandingan terakhir melawan Sevilla. Tercatat ada delapan pemain yang diberi kesempatan untuk tampil oleh Zidaene saat menjamu Osasuna di Bernabeu. Kedelapan pemain yang dimaksud adalah Alphonse Areola, Nacho, Alvaro Odriozola, Eder Militao, Lucas Vazquez, Federico Valverde, Luka Jovic dan Vinicius.

Keputusan untuk melakukan banyak perubahan pemain rupanya berdampak positif untuk permainan Madrid sehingga pada menit 36 sudah unggul melalui aksi Vinicius. Rodrygo yang masuk menggantikan Vinicius di menit 71 langsung membuat gol kedua Madrid selang semenit kemudian. Banyaknya perubahan pemain itu berbuah kemenangan ketiga Madrid yang diraih secara beruntun di Liga Spanyol musim ini.

4. Jovic Lewatkan Kesempatan Cetak Gol Pertama untuk Madrid


Jovic adalah penyerang baru Madrid yang diharapkan mampu membentuk kerja sama apik dengan Karim Benzema. Akan tetapi, pemain berpaspor Serbia itu belum mampu menunjukkan tajinya. Jovic bahkan belum mencetak gol untuk Madrid hingga saat ini.

Kesempatan bagi Jovic untuk mencatatkan namanya di papan skor untuk pertama kali bagi Madrid tersaji saat bertanding lawan Osasuna. Pada menit 17, Jovic hanya tinggal menendang bola untuk masuk ke gawang Osasuna tetapi peluang itu tak berbuah gol karena melambung.

Jovic kemudian membuat gol untuk Madrid pada menit 57 tetapi wasit tidak mengesahkannya karena pemain berusia 21 tahun itu terlebih dulu terkena jebakan offside Osasuna. Meski gagal membuat gol untuk Madrid di laga kontra Osasuna tetapi penampilan Jovic patut dipuji karena amat terlibat dalam setiap serangan.

3. Rodrygo Buat Dampak Instan


Rodrygo dengan Jovic sama-sama rekrutan anyar Madrid tetapi pemain berpaspor Brasil itu memiliki nasib berbeda. Jika Jovic belum membuat gol untuk Los Blancos maka Rodrygo sudah satu kali mencatatkan namanya di papan skor. Seperti yang disinggung sebelumnya, Rodrygo adalah pencetak gol kedua Madrid ke gawang Osasuna pada menit 72.

Gol tersebut terasa lebih spesial karena laga itu merupakan debut Rodrygo sebagai pemain Madrid. Mencetak gol dalam laga debut di kandang sendiri tentu membuat Rodrygo merasa sangat senang.

2. Catatan Tak Terkalahkan Osasuna Terhenti


Osasuna datang ke kandang Madrid dengan modal apik yakni belum terkalahkan di lima laga awal Liga Spanyol. Osasuna mencatatkan satu kemenangan dan empat hasil imbang. Akan tetapi, catatan tak terkalahkan Osasuna hancur di hadapan Los Blancos.

Osasuna sejatinya memulai laga dengan baik tetapi permainan impresif Madrid membuat mereka harus takluk 0-2. Vinicius (36’) dan Rodrygo (72’) jadi mimpi buruk bagi pertahanan Osasuna pada laga yang berlangsung dini hari tadi tersebut.

1. Wajah Lain Madrid Berbuah Puncak Klasemen Sementara Liga Spanyol


Madrid tampil di laga kontra Osasuna dengan wajah lain karena banyak dihuni oleh pemain  yang biasanya mengisi bangku cadangan. Kendati demikian, kemenangan tetap mampu diraih tim asuhan Zindane tersebut. Tiga poin dari laga itu juga mengantarkan Madrid ke puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin dari enam laga.

Selain berbuah posisi pertama laga kontra Osasuna juga menunjukkan bahwa kedalaman skuad Madrid musim ini dapat diandalkan. Zidane dapat melakukan rotasi saat melawan tim-tim yang di atas kertas jauh lebih lemah sehingga saat menghadapi laga besar para pemain inti Madrid dapat tampil maksimal.

Wednesday, September 25, 2019

Inter Milan Melanjutkan Laju Kemenangannya di Liga Italia Saat Menjamu Lazio


Hasil Pertandingan - Nilai sempurna berhasil dikoleksi Inter Milan dari lima pekan pertama Liga Italia 2019-2020. Terbaru, Romelu Lukaku dan kolega berhasil menang tipis 1-0 atas Lazio pada pekan kelima, Kamis (26/9/2019) dini hari WIB lewat gol tunggal Danilo D’Ambrosio.

Jalannya Pertandingan

Kedua tim bermain hati-hati pada 10 menit pertama laga. Pilihan formasi dasar yang sama, yakni 3-5-2, membuat pertandingan di Stadion Giuseppe Meazza itu berjalan seimbang. Tuan rumah bermain lebih efektif walau terlihat tidak berbahaya dalam 20 menit pertama pertandingan.

Danilo D’Ambrosio memecah kebuntuan dengan golnya pada menit 23. Pemain berkebangsaan Italia itu mampu menanduk umpan silang Cristiano Biraghi ke tiang jauh gawang Thomas Strakosha. Lazio mencoba langsung membalas dengan tembakan Joaquin Correa, tetapi masih bisa ditepis Samir Handanovic dengan brilian.


Lazio langsung merespons. Joaquin Correa menerima bola dari Caicedo dan melepaskan tembakan melengkung yang mengarah ke pojok atas gawang Inter. Sepakan Correa itu memaksa Samir Handanovic melakukan penyelamatan.

Inter balik mengancam Lazio. Romelu Lukaku melihat peluang untuk melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Tendangan keras dilepaskan striker Belgia itu, tapi bola masih menyamping dari gawang Lazio.

Berbeda dengan babak pertama, Lazio tampil lebih menyerang di awal babak kedua. Joaquin Correa kembali mengancam lewat sundulannya memanfaatkan umpan sepak pojok di menit 51. Sayang, bola masih menyamping.

Sadar butuh tambahan daya gedor, pelatih Simone Inzaghi memasukkan Ciro Immobile pada menit 53. Inter hampir menggandakan skor menit 60 andai Thomas Strakosha tidak menghalau peluang Nicolo Barella dan Matteo Politano secara beruntun.

Laga berjalan datar hingga memasuki 10 menit terakhir. Sadar butuh tambahan gol, Antonio Conte memasukkan Lautaro Martinez dan Alexis Sanchez. Skor hampir bertambah buat Inter Milan ketika Lautaro Martinez mencuri bola di lini pertahanan Lazio pada menit pertama injury time. Sayang, tembakannya gagal membobol gawang Thomas Strakosha.

Skor akhir tetap tidak berubah untuk Inter Milan, yakni 1-0. Hasil tersebut membuat Il Biscione menjaga tren positif mereka dengan memetik poin sempurna dari lima laga.

Susunan Pemain

Inter Milan: Samir Handanovic; Diego Godin, Stefan de Vrij, Milan Skriniar; Danilo D’Ambrosio, Nicolo Barella, Marcelo Brozovic, Matias Vecino (Stefano Sensi 57’), Cristiano Biraghi; Matteo Politano (Lautaro Martinez 77’), Romelu Lukaku (Alexis Sanchez 83’)

Pelatih: Antonio Conte

Lazio: Thomas Strakosha; Luiz Felipe, Francesco Acerbi, Bartolomeu Quissanga; Manuel Lazzari, Sergej Milinkovic-Savic (Valon Berisha 73’), Marco Parolo, Luis Alberto (Lucas Leiva 66’), Jony; Felipe Caicedo (Ciro Immobile 53’), Joaquin Correa

Pelatih: Simone Inzaghi